Jenis Zat dan Perubahannya
Zat, Jenis Zat dan Perubahannya Pada Post kali ini kami akan memberikan rangkuman materi Zat, Jenis Zat dan Perubahnnya IPA Fisika Kelas 7. Semoga artikel ini bermanfaat. Definisi Zat Zat didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Air dalam gelas menunjukkan bahwa air menempati ruang gelas. Jika gelas berisi air ditimbang, massanya lebih besar daripada massa gelas kosong. Hal tersebut membuktikan bahwa air tergolong zat karena memiliki massa dan menempati ruang. Udara juga termasuk zat. Udara yang dipompakan ke dalam ban menyebabkan ban menggembung karena udara memerlukan tempat. Jika ban menggembung kemudian ditimbang,massanya lebih besar daripada massa ban kempis. Hal tersebut membuktikan bahwa udara tergolong zat karena memiliki massa dan menempati ruang. Cahaya tidak memiliki massa dan juga tidak menempati ruang sehingga cahaya tidak tergolong zat. Demikian juga vakum (hampa udara) tidak termasuk zat karena vakum tidak memiliki massa dan juga tidak menempati ruang. Wujud Zat Berdasarkan wujudnya, zat terdiri atas tiga wujud,yaitu padat,cair, dan gas.Semua zat disusun oleh partikel-partikel sangat kecil yang disebut atom atau molekul. Zat padat Dalam wujud padat,jarak antarpartikeI sangat berdekatan, kadang-kadang dalam suatu susunan yang sangat teratur disebut kristal. Oleh karena itu, zat padat memiliki volume dan bentuk yang tetap. Zat Cair Dalam wujud cair, jarak antarpartikel lebih berjauhan dibandingkan dalam wujud padat. Partikel-partikel ini dapat bergerak, tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya sehingga zat cair dapat mengalir dan selalu mengikuti bentuk wadah yang ditempatinya. Oleh karena itu, zat cair memiliki volume tetap, tetapi bentuknya tidak tetap. Zat Gas Dalam wujud gas,jarak antarpartikel sangat berjauhan dibandingkan dengan dalam zat cair atau zat padat. Dengan demikian,partikel-partikel gas dapat bergerak bebas ke segala arah dan mengisi ruang yang ditempatinya secara seragam. Oleh karena itu, gas memiliki volume dan bentuk yang tidak tetap. llustrasi jarak antara partikel-partikel dalam zat padat, zat cair, dan gas ditunjukkan pada Gambar 2.1 berikut. Gambar 2.1 llustrasi jarak antara partikel-partikel dalam zat (a) padat, (b) cair, dan (c) gas. Zat Tunggal dan Campuran Zat dapat juga digolongkan atas zat tunggal dan campuran.Yang termasuk dalam zat tunggal adalah unsur dan senyawa. Unsur adalah zat tunggal yang dengan reaksi kimia biasa tidak dapat dibagi lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana. Senyawa adalah zat tunggal yang disusun oleh dua atau lebih unsur yang bergabung secara kimia. Saat mempelajari tentang atom dan molekul, unsur dapat didefinisikan sebagai zat yang disusun oleh atom-atom yang sejenis. Adapun senyawa dapat didefinisikan sebagai zat yang disusun oleh molekul-molekul yang tiap molekul disusun oleh dua atau lebih atom tidak sejenis, disebut juga molekul senyawa. Unsur Unsur paling ringan adalah hidrogen dan helium.Hidrogen dipercaya sebagai unsur yang ada pertama kali di jagad raya setelah terjadi Big Bang. Seluruh unsur-unsur berat secara alami terbentuk(baik secara alami ataupun buatan) melalui berbagai metode nukleosintesis. Hingga tahun 2005 telah dikenal 118 unsur, 93 unsur di antaranya terdapat di alam dan 23 unsur merupakan unsur buatan karena dibuat oleh manusia dalam laboratorium. Pada Tabel 2.1 tertera nama beserta lambang dari 24 unsur alam yang sering dijumpai. Lebih dari 90% kulit bumi hanya terdiri dari lima unsur,yaitu oksigen, silikon, aluminium, besi, dan kalsium. Adapun 90% massa dan hidrogen. tubuh manusia hanya terdiri atas tiga unsur,yaitu oksigen,karbon, mineral Tabel 2.1 Nama dan lambang dari 24 unsur yang sering dijumpai. Nama Lambang Nama Lambang Nama Lambang Aluminium AI Fluorin F Nitrogen N Barium Ba Emas Au Oksigen 0 Bromin Br Hidrogen H Fosforus P Kalsium Ca lodin 1 Kalium K Karbon C Besi Fe Silikon Si Klorin CI Magnesium Mg Perak Ar Kromium Cr Raksa Hg Natrium Na Tembaga Cu Nikel Ni Sulfur S tabel unsur Senyawa Tidak seperti unsur, senyawa dapat diuraikan secara reaksi kimia menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana. Misalnya, garam dapur tergolong senyawa yang tersusun oleh unsur natrium dan klorin. Melalui reaksi kimia, garam dapur dapat diuraikan menjadi unsur natrium dan klorin. Beberapa senyawa lain yang sering dijumpai berikut rumus kimia dan jenis unsur-unsur pembentuknya ditunjukkan pada Tabel 2.2. Tabel 2.2 Nama senyawa yang sering dijumpai berikut unsur-unsur penyusunnya. Nama senyawa Rumus kimia Unsur-unsur Air H2O hidrogen dan oksigen Garam dapur NaCl natrium dan klorin Gula C,2H22O11 karbon, hidrogen, dan oksigen Asam cuka CH,COOH karbon, hidrogen, dan oksigen Asam klorida HCI hidrogen dan klorin Asam sulfat H2SO4 hidrogen,sulfur, dan oksigen Batu kapur CaCO3 kalsium, karbon, dan oksigen Amonia NH3 nitrogen dan hidrogen Urea CO(NH2)2 karbon, oksigen, nitrogen, dan hidrogen Sifat-sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur-unsur penyusunnya. Misalnya, garam dapur merupakan senyawa tak beracun, tetapi unsur natrium merupakan logam lunak yang bisa meledak jika bercampur dengan air. Adapun klorin merupakan gas beracun berwarna hijau pucat. Gula adalah zat padat putih berasa manis, yang larut dalam air, tetapi salah satu unsur penyusunnya, yaitu karbon adalah zat padat hitam, tak berasa, dan tidak larut dalam air. Air adalah zat cair pada suhu kamar, tetapi hidrogen dan oksigen adalah gas. Campuran Berbeda dengan senyawa, campuran adalah gabungan dari dua atau lebih zat berbeda jenis yang masih memiliki sifat zat asalnya. Campuran dikelompokkan lagi atas campuran homogen dan heterogen. Campuran homogen yang disebut larutan, adalah campuran yang seluruh bagiannya memiliki komposisi dan sifat fisis yang sama.Kita tidak dapat melihat batas-batas di antara zat-zat yang membentuk campuran atau dikatakan larutan memiliki satu faso. Suatu larutan terdiri atas dua bagian,yaitu bagian yang lebih sedikit disebut zat terlarut (solute) dan bagian yang lebih banyak disebut pelarut (solvent). Contoh larutan, yaitu sirop (gula dalam air). Seluruh bagian sirop memiliki komposisi dan sifat fisis yang sama, yaitu di bagian mana pun kamu mencicipi rasa manis sirop adalah seragam. Sekalipun menggunakan mikroskop, kamu tidak dapat melihat batas-batas yang jelas antara komponen air dan komponen gula, sebab campuran ini memiliki satu fase. Contoh lain larutan, yaitu air garam (garam dapur dalam air), udara (campuran gas-gas terutama gas nitrogen kira-kira 80% volume dan gas oksigen kira-kira 20% volume), udara basah (uap air dalam udara), air soda(karbon dioksida dalam air), dan paduan logam atau alloy, misalnya kuningan (campuran tembaga dalam zink) dan perunggu (campuran timah dalam tembaga). Campuran heterogen Campuran heterogen adalah campuran yang seluruh bagiannya tidak memiliki komposisi dan sifat fisis yang sama. Kita dapat melihat batas-batas
Jenis Zat dan Perubahannya Read More »